Pemaknaan Baru Konsep Kitab Suci
(New Understanding of Scripture)
Diskusi Bulanan JIL
Penyelenggara: Jaringan Islam Liberal
Tempat: Teater Utan Kayu Jln Utan Kayu 68H
Waktu: Selasa, 27 Juni 2006 Pukul 19.00-22.00 WIB
Pembicara:
1. Dr. Ioanes Rakhmat (dosen STT Jakarta)
2. Dr. Luthfi Assyaukanie (Repro).
Moderator : Mohamad Guntur Romli
Tak bisa dibantah bahwa setiap umat beragama memiliki sebuah buku rujukan yang disebut sebagai kitab suci. Namun, cara pandang mereka terhadap kitab suci tak tunggal. Ada yang berkata bahwa kesucian sebuah Kitab tidak hanya terletak pada makna yang terkandung di dalamnya, melainkan juga pada huruf dan aksaranya. Huruf atau teksnya pun juga sakral. Yang lain mengatakan bahwa sakralitas Kitab hanya terkait dengan maknanya, sementara huruf dan aksaranya adalah sesuatu yang profan belaka.
Setiap pilihan terhadap satu sudut pandang tentu memiliki konsekuensi masing-masing. Orang yang memilih pandangan pertama mudah terjatuh pada belenggu skripturalisme, sementara yang memilih pandangan kedua akan terjebak pada kontekstualisme. Karena itu, perlu dicari sebuah kerangka baru di dalam memaknai sebuah kitab suci.
Diskusi ini terselenggara atas kerja sama JIL dengan Repro (the Religious Reform Project).
Makalah Luthfi Assyaukanie:
Assyaukanie-Sakralitas-al-Quran.pdf
Makalah Ioanes Rahmat:
Ioanes-Melampaui-Kitab-Suci.pdf
