Imam Ghazali adalah pemikir Muslim yang disegani. Pemikirannya mempengaruhi dunia Islam. Karya intelektualnya dikaji di mana-mana. Annemarie Schimmel berkata, tak ada pemikir Islam zaman pertengahan yang menarik cendekiawan Barat melebihi al-Ghazali. Ia dikenal bukan hanya sebagai sufi, melainkan juga teolog, ushuli, faqih, pakar logika (manthiq) bahkan filosof. Ia menulis ratusan buku, di antaranya Ihya` Ulum al-Din, Minhaj al-`Abidin, al-Iqtishad fi al-Itiqad, tahafut al-Falasifah, Mihak al-Nazhar fi al-Manthiq, al-Mustashfa min `Ilm al-Ushul. Atas karya-karyanya ini, di samping mendapatkan pujian, al-Ghazali menuai kritik. Sebuah buku yang menulis pro-kontra al-Ghazali ditulis Yusuf Qardlawi, al-Imam al-Ghazali bayna Naqidlihi wa Madihihi. Tadarus Ramadan Jaringan Islam Liberal kali ini akan mengkaji pemikiran al-Ghazali.
Source: Islamlib, September 2007
25/09/07 04:26 PM
(Is There a Place for Pluralism?)
Sudah menjadi tradisi, Waisak dari tahun ke tahun diperingati sebagai hari trisuci: kelahiran, pencapaian kesadaran sempurna, dan moksha Sang Buddha Siddharta Gautama. Di Indonesia, sudah mentradisi pula, trisuci diperingati dalam sebuah kemegahan ritual di candi Borobudur, Mendut, kuil, dan vihara-vihara.
Source: Diskusi TUK, Jakarta, 10 May 2006
10/02/07 02:27 PM
In the context outlined, the analysis of the interrelations of fundamentalism and literature is directed primarily at enquiring into the function of literature in fundamentalism, into negotiations of literature with various fundamentalisms (Christian, Islamic, Hindu, Jewish, etc.), and into the societal relevance of these negotiations and their potential with a view towards the creation of an increasingly peaceful society.
Source: http://www.anglistik.uni-muenster.de/Fundamentalism/Project/
06/02/07 09:09 AM
(Moral Foundation of Politics)
Sebenarnya ada 3 poin yang ingin saya komentari. Yang pertama soal istilah moral. Dalam filsafat politik, moral itu bukan hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu yang bersifat metafisis. Kalau anda buka ensiklopedia britannica dan baca entri moral philosophy atau political philosophy, penjelasannya itu sama. Karena pertanyaan dasar filsafat politik adalah sistem sosial apa yang paling baik. Dan ketika anda berbicara tentang sesuatu yang baik dan buruk, maka itu adalah suatu persoalan moral.
Source: Freedom Institute, 11 April 2006
01/12/06 07:00 AM [2]
(Book Discussion: "State Building")
Studi yang dilakukan Fukuyama ini, seperti yang diungkapkan Luthfi tadi, sangat relevan bagi negara yang benar-benar dalam posisi yang sangat sulit. Seperti yang terjadi di Afrika, mungkin. Jadi ada masalah yang hampir tidak mungkin mengharapkan partisipasi masyarakat, tanpa intervensi negara. Terutama untuk hal-hal dasar. Jadi menurut saya, negara-negara yang menyebut dirinya pro-pasar, kapitalis, dan liberal, kayaknya lebih baik.
Source: Freedom Institute, 28 Maret 2006
31/08/06 07:34 PM
« Previous