Pluralisme, Masihkah Punya Tempat
(Is There a Place for Pluralism?)
Source: Diskusi TUK, Jakarta, 10 May 2006
Sudah menjadi tradisi, Waisak dari tahun ke tahun diperingati sebagai hari trisuci: kelahiran, pencapaian kesadaran sempurna, dan moksha Sang Buddha Siddharta Gautama. Di Indonesia, sudah mentradisi pula, trisuci diperingati dalam sebuah kemegahan ritual di candi Borobudur, Mendut, kuil, dan vihara-vihara.
Namun, peringatan tahunan itu kerap terbekap dalam rentetan upacara seremonial semata. Kemeriahan dan kekayaan nilai dari sebuah perayaan trisuci Siddharta sepertinya tak punya cukup warna. Untuk itulah, sebuah “perayaan” kecil di satu pojok Jakarta akan diadakan dalam bentuk Festival Waisak.
“Merawat Pluralisme” merupakan tema yang diusung dalam Festival Waisak kali ini. Tema ini berangkat dari kenyataan adanya kecenderungan sikap keberagamaan yang kian mengeras dan menyempit belakangan ini.
Agama kerap tak lagi menjadi oase yang menyegarkan. Nilai nilai fundamental agama cenderung tenggelam dalam hingar-bingar pekik radikalisme. Akibatnya, kehidupan keberagamaan seolah terkungkung dalam ruang sempit yang menyesakkan.
Agama juga kerap kehilangan ruang terbuka bagi peluang penafsiran dan kontemplasi privat atas ajaran-ajaran di dalamnya. Padahal, pencapaian kesadaran Siddharta Gautama sendiri, merupakan hasil dari proses perenungan dan pergulatan pemikiran yang “hidup” atas berbagai aspek kehidupan.
Dalam konteks itulah, sikap keberagamaan yang terbuka, lentur, toleran, dan tak dipenuhi syakwasangka perlu terus dijaga. Dan untuk itu, spirit pluralisme yang memberi ruang kehidupan yang majemuk dan harmoni harus terus ditumbuhkembangkan.
Dalam bingkai spirit itu, Festival Waisak diadakan sebagai sebuah perayaan atas pluralisme yang (beruntung) masih tersisa hingga kini. Didukung oleh sejumlah kalangan dari berbagai latar belakang, festival ini mengambil tempat di Komunitas Utan Kayu, salah satu tempat di pojok Jakarta, di mana spirit itu senantiasa terus dijaga dan dipelihara.
Penyelenggara : Forum Samantabhadra
Tempat : Komunitas Utan Kayu, Jl. Utan Kayu No. 68 H, Jakarta Timur
Waktu : 10 Mei 2006, Pk. 19.00-22.00
Pembicara :
1. Dr. Ignas Kleden (Sosiolog)
2. Dr. Mudji Soetrisno (STF Driyarkara)
3. Dr. Luthfi Assyaukanie (Universitas Paramadina Mulya)
