Go to content Go to navigation Go to search

Luthfi Assyaukanie: "To be on the safe side, don’t use Islamic issues"

SINCE it was first introduced by Nurcholish Madjid back in the early 1970s, the term “secularization” has become a topic of hot debate among Muslims in Indonesia. Today, Luthfi Assyaukanie says that Indonesian Muslims are more open and have a positive attitude towards political secularization. Luthfi made the conclusion in his doctoral dissertation, which he completed a year ago at Melbourne University. Attention is now being focused on the dissertation since it was named one of four dissertations to have received the Chancellor’s Prize, two weeks ago. Luthfi becomes the first foreign student to receive the award.

Source: Tempo, No. 10/VIII/November 06-12, 2007

12/10/09 08:52 PM

Wawancara Tokoh: Islam, Demokrasi, dan Liberalisme

Sesuatu yang pejoratif belum tentu salah, dan sesuatu yang kontroversial belum tentu keliru. Masalahnya adalah masyarakat kita itu yang belum bisa menerima. Sama seperti orang-orang Masyumi dan kaum santri pada tahun 50-an belum bisa menerima demokrasi, dan tidak bisa menolak konsep negara Islam. Sekarang ini hampir tidak ada orang yang mau menerima negara Islam. Artinya berbalik 180 derajat. Kalau sekarang mereka menolak demokrasi liberal, demokrasi yang sejati, liberal (yang saya maksud) bukan dalam arti ideologis. Demokrasi liberal adalah demokrasi yang konstitusional. Lebih tepat istilahnya adalah constitutional democracy. Dalam arti seperti itu saya kira lambat laun akan diterima oleh masyarakat. Karena itu merupakan tawaran yang paling ideal, dan bisa diterima oleh seluruh elemen masyarakat.

Source: http://www.psik-demokrasi.org/home.php?page=fullnews&action=view&id=76

18/04/09 09:00 AM Comment

Luthfi Assyaukanie: "Kalau Mau Selamat, Jangan Gunakan Isu Islam"

Sejak diperkenalkan pertama kali oleh Nurcholish Madjid pada awal 1970-an, istilah sekularisasi menjadi wacana hangat kaum muslim Indonesia. Pro dan kontra bertembung. Kini, setelah lebih 30 tahun berlalu, Luthfi Assyaukanie membeberkan bahwa umat Islam Indonesia sudah lebih terbuka dan bersikap positif terhadap sekularisasi politik.

Source: Tempo, 5 November 2007

08/03/09 07:20 AM Comment [1]

Ideologisasi Islam Kini Sedang Bergerilya

(Islamic Ideology on March)

Perkembangan pemikiran politik Islam dalam sejarah Indonesia sebetulnya tidak berlangsung statis. Namun gejala amnesia sejarah selalu membuatnya kelihatan berulang-ulang dan berjalan di tempat. Isu-isu yang dianggap usang sejak zaman kemerdekaan, kini bisa kembali populer. Proses ideologisasi Islam yang mempromosikan gagasan-gagasan usang, kini kembali bergerilya. Demikian perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Luthfi Assyaukanie, penggagas Jaringan Islam Liberal yang baru menuntaskan studi doktoralnya di Melbourne University, Australia, Kamis (19/1) lalu.

Source: Radio 68H, Jakarta

07/03/09 08:03 PM

Akar-Akar Liberalisme dalam Islam

(The Roots of Islamic Liberalism)

Selamat pagi Saudara, Anda berjumpa lagi dengan saya, Hamid Basyaib dalam Forum Freedom. Acara ini merupakan satu kerjasama antara Freedom Institute dan Radio 68H yang dipancarkan ke beberapa puluh radio lain di seluruh Indonesia. Tema kita pagi ini adalah “Akar-akar Liberalisme dalam Islam” khususnya kita akan melihat dalam konteks Indonesia. Minggu lalu kita sudah membahas akar-akar liberalisme dari sudut teologinya secara umum, bukan dikaitkan pada negara tertentu dan pagi ini kita akan melihat fenomena tersebut dalam kasus ndonesia.

Source: Forum Freedom 37, 30 Januari 2006

18/02/09 06:00 AM