Go to content Go to navigation Go to search

Benarkah Amerika Semakin Religius?

(Is America Becoming More Religious?)

By Luthfi Assyaukanie

Source: Diskusi PSIK, Paramadina, 3 July 2006

Mungkin karena terlalu sering dijejali buku-buku serius yang membahas hal-hal yang filosofis dan teoritis, saya kurang menikmati buku Diana L. Eck, A New Religious America. Buku ini terlalu banyak berbicara tentang fakta sosiologis, ketimbang analisa filosofis. Sebetulnya, banyak kisah human interest yang menarik yang disuguhkan Eck. Tapi, kisah-kisah itu terlalu padat sehingga buat saya kadang cukup membosankan. Apalagi, Eck terlalu bernafsu menyajikan semua kisah “agama Amerika” dengan detil-detilnya, sehingga buat orang yang kurang tertarik, atau tak punya informasi memadai, tentang Amerika, kisah-kisah itu menjadi kurang bermakna.

Buku ini agaknya memang diperuntukkan bagi pembaca Amerika, atau orang yang sangat peduli dengan Amerika. Tentu saja, tanpa harus dikatakan, para pembaca non-Amerika juga bisa mengambil manfaat dari buku ini, paling tidak untuk melihat bahwa negeri adidaya itu sedang mengalami perubahan penting menyangkut kehidupan religio-politik penduduknya.

Pesan inti yang ingin disampaikan buku ini adalah bahwa Amerika adalah negeri multi-religius dan akan tetap demikian sampai sekarang dan hingga beberapa dekade mendatang. Sejak awal, Amerika ditakdirkan sebagai “madinah” bagi kaum protestan yang ingin menyelamatkan iman mereka dari prosekusi agama di Eropa, yang umumnya dilakukan oleh otoritas agama yang tak mentolerir pemahaman-pemahaman “heretis.” Protestanisme dengan berbagai denominasinya adalah faham heretis bagi gereja-gereja mapan di Inggris dan negeri Eropa lainnya.

Please contact me for full paper

5 July 2006, 10:47