Pendidikan Tanpa Negara
Beberapa Catatan tentang KH Noer Ali
(Education without State)
By Luthfi Assyaukanie
Source: Islamic Centre, Bekasi, 10 October 2001
Salah satu kesulitan yang dihadapi setiap penulis atau peneliti yang ingin mendiskusikan gagasan pemikiran seorang tokoh besar adalah sumber-sumber yang menjadi rujukan penelitian tersebut. Kesulitan itu akan berlipat ganda jika sang tokoh yang diteliti tidak meninggalkan karya tulis, apalagi yang mau diteliti adalah sebuah gagasan pemikiran. Karena mustahil rasanya berbicara tentang sebuah gagasan pemikiran tanpa melibatkan teks.
Sumber-sumber tentang KH Noer Ali yang ada selama ini adalah buku-buku sekunder yang ditulis oleh sebagian peneliti atau mahasiswa dalam skripsi mereka. Itupun lebih banyak menekankan kepada sosok kepahlawanan KH Noer Alie dengan bumbu-bumbu cerita yang, sangat disayangkan, lebih berbau mitos ketimbang fakta sejarah. KH Noer Alie sendiri, sejauh yang saya ketahui, tak meninggalkan karya tulis yang bisa menjelaskan kepada kita tentang gagasan dan pandangannya, baik tentang pendidikan maupun pemikiran lainnya. Peninggalan satu-satunya yang berkaitan dengan “gagasan pendidikan” adalah warisan fisik pondok pesantren Attaqwa yang hingga hari ini masih tegak berdiri. Tentu saja, kita tak bisa berharap banyak, atau juga tidak fair, menggali pemikiran-pemikiran KH Noer Alie semata-mata dari bangunan fisik tersebut.
Pengakuan orang banyak adalah rujukan paling sering yang diberikan seseorang jika ia ingin berbicara tentang kiprah dan gagasan pendidikan KH Noer Alie. Dalam komunitas verbal, argumentum ad populum semacam ini adalah suatu hal yang lumrah. Tapi, ketika kita ingin mendiskusikannya dalam tradisi literal, pengakuan-pengakuan itu harus diterjemahkan ke dalam logika ilmiah yang jernih dan bisa dipertanggungjawabkan.
Please contct me if you want the paper
10 October 2004, 11:13